KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya
saya dapat menyelesaikan observasi mengenai magang. Meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan
juga saya berterimakasih kepada Bpk Drs. H. Rochmat TS, M.Pd dan kepada Ibu
Alfa Mitri Sahara M.Pd selaku dosen mata kuliah magang 1 yang telah memberikan
tugas ini kepada saya.
saya sangat berharap hasil observasi ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai magang. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam hasil
observasi ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan hasil observasi yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak
ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga hasil observasi sederhana ini
dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun
ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya
saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan
kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Cimahi, Januari 2015
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
i
DAFTAR
ISI
ii
BAB
I PEDAHULUAN
1
A.
LATAR
BELAKANG.............................................................................................................................1
B.
TUJUAN
1
C.
RUMUSAN
MASALAH
1
BAB II LANDASAN TEORI....................................................................................................................................................2
A.
MODEL PEMBELAJARAN
INKUIRI...............................................................................................2
B.
METODE PEMBELAJARAN
DISKUSI............................................................................................5
BAB III
PERMASALAHAN................................................................................................................................7
A.
PEMBELAJARAN DIDALAM
KELAS..............................................................................................7
BAB IV
PEMBAHASAN....................................................................................................................................9
A.
PENDAHULUAN
PEMBELAJARAN...............................................................................................9
B.
KEGIATAN
INTI...............................................................................................................................10
C.
PENUTUP DALAM
PEMBELAJARAN..........................................................................................11
BAB V
PENUTUP..........................................................................................................................................12
A.
KESIMPULAN................................................................................................................................12
B.
KRITIK DAN
SARAN....................................................................................................................12
DAFTAR
PUSTAKA.........................................................................................................................................13
LAMPIRAN DAFTAR
RIWAYAT..........................................................................................................................................14
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Mengobservasi disekolah
MTs Sadarmanah mengenai suatu pembelajaran dalam mengajar seorang guru
sangat berperan penting dalam sebuah pendidikan. Dimana seorang guru itu
memerlukan waktu dan berfikir secara aktual dengan pemahan yang harus banyak di
pahami oleh seseorang guru. Saya akan memaparkan mengenai pembelajaran seorang
guru terhadap siswanya, yang memiliki kendala waktu yang terbatas yang tidak
sepenuhnya dibahas didalam pembelajaran yang sesuai dengan jadwal jam
pembelajaran berlangsung, dengan hal itulah seorang guru tersebut menggunakan
jam pembelajaran dengan menggunakan apersepsi didalam pembelajaran. Hal tersebutlah yang saya melatar belakangi dalam permasalahan di dalam
pembelajaran berlangsung.
B.
TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk
tugas mata kuliah magang. Dan untuk mengetahui apa saja yang dipengaruhi dalam
pembelajaran dikelas dengan pemodelan cara mengajar seorang guru didalam kelas
ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu juga diharapkan bisa
bermanfaat dan bisa menambahkan pengetahuan tentang pemebelajaran yang sesuai
dengan kondisi kelas yang terkadang tidak sesuai dengan pembelajaran yang akan
berlangsung.
C.
RUMUSAN
MASALAH
Masalah-masalah yang akan saya bahas
dalam sebuah pembelajaran dikelas.
1.
Metode apa yang digunakan seorang guru saat
pembelajaran berlangsung?
2. Apa
keterkaitan model pembelajaran dengan siswa?
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
MODEL
PEMBELAJARAN INKUIRI
Ø Pembelajaran inkuiri
Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan
pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk
mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara
sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri
penemuannya dengan penuh percaya diri. Joyce (Gulo, 2005) mengemukakan
kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi
siswa, yaitu :
a. aspek
sosial di dalam kelas dan suasana bebas-terbuka dan permisif yang mengundang
siswa berdiskusi;
b. berfokus pada hipotesis yang perlu diuji
kebenarannya; dan
c. penggunaan
fakta sebagai evidensi dan di dalam proses pembelajaran dibicarakan validitas
dan reliabilitas tentang fakta, sebagaimana lazimnya dalam pengujian hipotesis.
Ø Konsep Dasar Metode Pembelajaran Inkuiri
Menurut
Sanjaya (2012), metode pembelajaran Inkuiri adalah strategi pembelajaran
inkuiri, yakni rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses
berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban
dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya
dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini
sering juga dinamakan strategi heuristic,
yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein
yang berarti saya menemukan.
Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)
berangkat dari asumsi bahwa sejak manusia lahir ke dunia, manusia memiliki
dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang
keadaan alam disekelilingnya merupakan kodrat manusia sejak ia lahir ke dunia.
Sejak kecil manusia memiliki keinginan untuk mengenal segala sesuatu melalui
indera pengecapan, pendengaran, penglihatan, dan indera-indera lainnya. Hingga
dewasa keingintahuan manusia secara terus-menerus berkembang dengan menggunakan
otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimiki manusia akan bermakna (meaningfull) manakala didasari oleh
keingintahuan itu. Dalam rangka itulah strategi inkuiri dikembangkan (Sanjaya,
2012:197). Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama metode pembelajaran inkuiri
yang menurut Sanjaya (2012: 197) adalah
strategi pembelajaran inkuiri yang meliputi:
1.
Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa
secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri
menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa
tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara
verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi
pelajaran itu sendiri.
2.
Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk
mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang ditanyakan, sehingga
diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri
menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator
dan motivator belajar siswa.Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui
proses Tanya jawab antara guru dan siswa. Oleh sebab itu, kemampuan guru dalam
menggunakan tekhnik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.
3.
Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri
adalah mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, dan kritis,
atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.
Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut
agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan
potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya mnguasai pelajaran belum tentu
dapat mengembangkan kemampuan berfikir secara optimal, namun sebaliknya siswa
akan dapat mengembangkan kemampuan berfikirnya manakala ia bisa menguasai
materi pelajaran.
Ø Metode
pembelajaran inkuiri yang disebut Strategi pembelajaran inkuiri oleh Sanjaya
(2012) merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada
siswa (student centered approach).
Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat
dominan dalam proses pembelajaran. Sanjaya (2012) mengatakan strategi
pembelajaran inkuiri akan efektif manakala:
1.
Guru mengaharapkan siswa dapat menemukan sendiri
jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan. Dengan demikian dalam
strategi inkuiri penguasaan materi pelajaran bukan sebagai tujuan utama
pembelajaran, akan tetapi yang lebih dipentingkan adalah proses belajar.
2.
Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak
berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang
perlu pembuktian.
3.
Jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin
tahu siswa terhadap sesuatu.
4.
Jika guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang
rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir. Strategi inkuiri akan kurang
berhasil diterapkan kepada siswa yang kurang memiliki kemampuan untuk berpikir.
5.
Jika jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga
bisa dikendalikan oleh guru.
6.
Jika guru
memiliki waktu yang cukup untuk mengguanakan pendekatan yang berpusat pada
siswa.
B. Metode Pembelajaran Diskusi
Ø Metode Pembelajaran Diskusi
Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik
adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat
mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta
mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru
adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah
ü Performance
guru di kelas.
Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas
sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan
Dengan demikian guru harus menerapkan metode
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknyaMukhtar (2005: 46)
Banyak macam-macam metode pembelajaran antara lain:
(a) Metode ceramah
(b) Metode demonstrasi
(c) Metode diskusi kelompok
(d) Metode tutorial
(e) Metode stimulus,studi kasus dan permainan, dan
(f) Metode
Brain Storming.
Ø Metode Diskusi Kelompok
Metode
diskusi dalam proses pembelajaran menuru (Suryosubroto. 2002: 179) adalah suatu
cara penyajian bahan pelajarn dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa
(kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna
mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative
pemecahan atas sesuatu masalah. (Taniredja. 2013: 23). Metode diskusi adalah
cara penyajian pelajaran, dimana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah
yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematic untuk
dibahas dan dipecahkan bersama. Teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar
mengajar yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah. Yang mana proses belajar
terjadi interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat,saling tukar
menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah. (Djamarah, 2006: 99).
Ø Metode diskusi cocok digunakan untuk kelompok kecil
Hasil penelitian menunjukan bahwa metode diskusi lebih
tepat digunakan untuk mempelajari keterampilan kompleks, berpikir kritis, dan
untuk memecahkan kasus. (Ruminiati.2008: 24) Berdasarkan beberapa pendapat di
atas peneliti menyimpulkan metode diskusi adalah proses pembelajaran dimana
guru memberi kesempatan kepada para siswa/kelompok untuk mengadakan
perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau
menyusun berbagai alternative pemecahan atas sesuatu masalah.
BAB
III
PERMASALAHAN
A.
PEMBELAJARAN
DIDALAM KELAS
Guru terlebih dahulu membuka pembelajaran
dengan mengucapakan assalamualaikum kepada siswa, dan menanyakan kabar kepada siswa sebelum
pembelajaran dimulai. Dan, yang saya lihat ketika saya memasuki kedalam
kelas seluruh siswa sudah
membentuk duduk berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang siswa, dan
berjumlah keseluruhannya kelompok ada 6 kelompok. Guru mengatakan
kepada siswa bahwa pembelajaran hari ini merupakan lanjutan dari
pembelajaran sebelumnya. Seorang guru tersebut memberikan materi/bahan ajar
yang mengenai sebuah cerpen, yang sesuai diucapkan standar kompetensinya
mengenai mengungkapkan kembali pikiran, perasaan dan pengalaman dalam cerita
pendek. Lalu, guru juga menanyakan kepada siswa mengenai kompetensi dasarnya, dan siswa menjawab
mengenai menulis kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah
dibaca. Dilihat dari kesiapan siswa, siswa sudah membaca mengenai cerpen
tersebut, dan mengdiskusikan apa saja yang ada didalam cerpen itu sendiri.
Seorang guru menjelaskan bahwa yang ada disebuah cerpen didalamnya memiliki unsur – unsur intrinsik
dan unsur ekstrinsik didalam cerpen itu sendiri.
Guru menanyakan kepada siswa yang
harus dicari didalam cerpen itu apa? Jawab siswa serempak adanya tema, latar,
penokohan, sudut pandang, gaya bahasa. Guru tersebut mengatakan kepada siswa,
yang harus diteliti dari sebuah cerpen itu
harus mengenai hal-hal yang telah disebutkan tadi. Guru menanyakan
kembali kepada siswa, siapa yang sudah menemukan dari sebuah cerpen itu,
mengenai tema, latar, penokohan, sudut pandang, dan gaya bahasa? Guru
menanyakan kepada kelompok 1? Maya, jawab: percayalah pada niat baikmu martini.
Guru menanyakan kembali kepada siswa, apa itu tema? Jawab siswa, hal yang
dibicarakannya dari karangan itu. Guru tersebut menanyakan lagi, lalu apa
bedanya tema dengan judul? Jawab kelompok 1, tema itu apa yang diceritakn yang
ada dikarangan cerpen sendiri sedangkan judul apa yang ada didalam ceritanya.
Menurut santi dari kelompok 2, menjawab bahwa tema yang ada di dalam cerpen
tersebut mengenai martini TKW dari Indonesia yang merantau ke arab saudi.
Sedangkan menurut Reja, dari kelompok 3, menjawab temanya mengenai TKW yang
bernama martini. Tema yang didapat menurut kelompok 5, Martini adalah orang
yang berhasil diantara banyaknnya TKW. Dan, guru tersebut menjelaskan kembali
apa yang ada ditema tidak boleh mencari tema dari luar cerita, untuk mencari
tema harus membacanya terlebih dahulu didalam cerpen tersebut. Guru tersebut
menjelaskan mengenai unsur-unsur yang ada disebuah cerpen, dan menanyakan
kepada setiap kelompok,secara terus-menerus.
Guru tersebut memberikan evaluasi
kepada siswa dengan mengingatkan untuk mengerti didalam isi unsur-unsur yang
ada didalam sebuah cerpen. Jadi seseorang siswa harus mampu memahami apa saja
yang ada didalam sebuah cerpen melalui unsur intrinsik, dimana unsur tersebut
merupakan unsur yang membangun. Adanya tema, gaya bahasa, setting meliputi
(waktu, tempat, suasana, keadaan geografis, sudut pandang). Apenokohan, sudut pandang dsb. Yang harus
diketahui siswa didalam sebuah cerpen itu sendiri. Sedangkan unsur ekstrinsik
nya meliputi latang belakang penokohan, dsb. Dan, guru memberitahukan kepada
siswa bahwa didalam sebuah cerpen, novel, itu merupakan cerita fiktif atau
hayalan. Diakhir pembelajaran guru memberikan tugas kepada siswa untuk
menuliskan kembali mengenai cerpen yang sudah dibahas kesebuah buku, setiap kelompok
harus sama jawabannya, yang dinilai yaitu dari tulisannya.
BAB
IV
PEMBAHASAN
A.
PENDAHULUAN
PEMBELAJARAN
Ø Dilihat
dari kesiapan siswa, siswa sudah membentuk secara berkelompok sebelumnya,
dengan beranggotakan 5-6 orang, yang
terdiri dari 6 kelompok. Siswa sudah menyiapkan materi / bahan ajar yang sudah
ada pada setiap kelompok, dengan materi yang sama yang diberikan oleh guru
tersebut.
Ø Dilihat
dari segi absensi, sebelumnya saya sudah menanyakan terhadap guru yang
bersangkutan, mengenai absensi. Dilihat dari segi absensi, dikelas tersebut
berjumlah siswa 33 siswa, yang semuanya mengikuti pembelajaran pada hari
tersebut.
Ø Tujuan
pembelajarannya menyatakan bahwa
pertemuan pertama, peserta didik dapat menemukan ide-ide pokok cerpen
sesuai dengan alur cerpen. Pertemuan kedua, peserta didik menyimpulkan ide-ide
pokok dengan kalimat sendiri menjadi cerpen kembali. Yang dapat dilihat dari
segi standar kompetensinya 8 mengungkapkan kembali pikiran, perasaan dan
pengalaman dalam cerita pendek. Sedangkan dalam kompetensi dasarnya 8.1 menulis
kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca, dengan alokasi
waktu 4 x 40 menit ( 2 pertemuan).
Ø Seorang
guru tersebut melakukan kegiatan apersepsi dimana guru itu mengulang dan melanjutkan pembelajaran sebelumnya.
B.
KEGIATAN
INTI
Ø Menurut
saya, guru tersebut menggunakan pemodelan inkuiri, dimana pembelajaran inkuiri
itu melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan
menyelidiki sesuatu (benda,manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis,
logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh
percaya diri. Didalam sebuah pembelajaran dikelas itu yang saya lihat,
pembelajarannya mengenai sebuah cerpen, dimana didalam cerpen ada yang disebut
dengan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, dan guru tersebut pula
menjelaskannya mengenai cerpen itu sama
dengan kehidupan atau peristiwa mengenai apa yang diketauhi siswa setelah
membacanya, itulah alasan saya, kenapa guru tersebut menggunakan pemodelan
inkuiri, dikarenakan siswa harus mampu melihat dan menyelidiki didalam sebuah
cerpen tersebut dengan membacanya sendiri, lalu menemukan apa pertistiwa yang
ada didalam sebuah cerpen itu sendiri, dengan penuh pemikiran secara
sistematis, kritis, dan logis.
Ø Dan
metode yang saya lihat didalam kelas tersebut, menurut saya guru tersebut
menggunakan metode diskusi, dimana diskusi tersebut bisa dilihat diawal video
itu sendiri, dikarenakan yang saya lihat
langsung, bahwa ketika saya berada didalam kelas, yang saya lihat siswa sudah
membentuk duduk berkelompok yang terdiri dari 5-6 orang, yang dapat dilihat siswa
yaitu, siswa mampu untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling
mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan
diantara mereka.
Ø Alat
bantu yang digunakan oleh guru tersebut, menggunakan media (poto copy) selembaran kertas bahan
ajar/materi pembelajaran yang bersangkutan mengenai cerpen itu sendiri.
Ø Setelah
guru memberikan bahan ajar kepada siswa, dan menyuruh siswa untuk membacanya,
dan guru meminta kepada siswa untuk mengamati cerpen tersebut dan meminta untuk
bertanya apa yang tidak dimengerti oleh siswa, dan membahas secara berdiskusi
kelompok.
Ø Setelah
siswa memahami penjelasan dari guru tersebut mengenai pembelajaran didalam
cerpen itu sendiri, dan seorang guru pun membuat penugasan apa yang sudah dibahas
mengenai diskusi cerepen itu sendiri, siswa harus mampu menyalin ke buku
pembelajaran masing-masing sama dengan apa yang dibahas oleh guru dan siswa
tersebut mengenai isi didalam sebuah cerpen itu.
C.
PENUTUP
DALAM PEMBELAJARAN
Ø Evaliasi
Didalam sebuah
pembelajaran tersebut merupakan hasil apa yang sebelumnya sudah dibahas utuk
mengerti didalam isi unsur-unsur yang ada didalam sebuah cerpen. Jadi seseorang
siswa harus mampu memahami apa saja yang ada didalam sebuah cerpen melalui
unsur intrinsik, dimana unsur tersebut merupakan unsur yang membangun. Adanya
tema, gaya bahasa, setting meliputi (waktu, tempat, suasana, keadaan geografis,
sudut pandang). amanat, pesan dsb. Yang
harus diketahui siswa didalam sebuah cerpen itu sendiri. Sedangkan unsur ekstrinsik
nya meliputi latang belakang, penokohan, dsb.
Ø Refleksi
Saya ketahui bahwa
didalam sebuah vidio itu sebagai repleksi dilihat dari unsur yang didalamnya
terdapat sebagai gaya bahasa didalmnya ada permajasan guru tersebut menegaskan
untuk meneliti sebuah cerpen harus mengetahui majas yang ada didalam cerita itu
sendiri.
Contohnya didalam cebuah
cerita tersebut pada dasarnya seseorang wanita yang bermimpi pergi ke arab
saudi sebagai TKW yang menggunakan kendaraan, atau naik garuda. Disanalah ada
majas metonimia. Dimana majas tersebut merupakan pengungkapan berupa penggunaan
nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut. Jadi pada
dasarnya garuda tersebut, merupakan bagian nama merek yaitu pesawat garuda,
(bukan burung garuda).
Ø Penilaian
Menurut saya, didalam
metode dan model pembelajaran yang digunakan guru tersebut merupakan pemodelan
yang relepan didalam sebuah diskusi siswa, dan siswa pun akan menjadi aktif dan
bertanya ketika ketidak tahuaannya, setelah diterapkan dengan pengalamannya
sehari-hari.
BAB
V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Didalam kegiatan mengajar seseorang guru harus mampu
membuat siswa menjadi lebih kondusif ketika pembelajaran berlangsung. Maka
dengan itu, pegangan yang harus dipegang oleh seorang guru harus memiliki
taktik tersendiri didalam kelas dengan menggunakan strategi pembelajaran dengan
metode pemodean didalam kelas. metode pembelajaran Inkuiri adalah strategi
pembelajaran inkuiri, yakni rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan
pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri
jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri
biasanya dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa. Tujuan dari
penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan
berfikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan
intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi
pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran,
akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Pada
dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan
segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir
anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah
satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah
satu yang paling penting adalah Performance guru di kelas. Bagaimana seorang
guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang
menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik peserta didiknyaMukhtar (2005: 46)
B.
KRITIK DAN
SARAN
Demikianlah
makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran
dan kritik yang ingin disampaikan, silahkan sampaikan kepada kami. Apabila ada
terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan memakluminya, karena kami adalah
hamba Allah SWT yang tidak luput dari kesalahan dan lupa.
DAFTAR PUSTAKA
https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2011/09/12/pembelajaran-inkuiri/. [diakses
pada tanggal 14 November 2014]
Yulianto,
Toto. 2013. Metode Inkuiri. [serial
online]
http://totoyulianto.wordpress.com/2013/03/02/metode-inkuiri-i-metode-pembelajaran/. [diakses
pada tanggal 14 November 2014]
Hamruni. 2012. Strategi
Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani.
Sanjaya, Wina. 2012. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar
Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana.
Sudrajat,
Akhmad. 2011. Pembelajaran Inkuiri.
[serial online]
https://www.teori+pembelajaran+diskusi&ie=utf-8&ue=utf-8
ii
No comments:
Post a Comment