Sunday, 4 November 2018

MAKALAH MATA KULIAH MAGANG 1 JURUSAN BAHASA INDONESIA



KATA  PENGANTAR

        Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan observasi mengenai magang.  Meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterimakasih kepada Bpk Drs. H. Rochmat TS, M.Pd dan kepada Ibu Alfa Mitri Sahara M.Pd selaku dosen mata kuliah magang 1 yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
        saya sangat berharap hasil observasi  ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai magang. Saya  juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam hasil observasi  ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan hasil observasi yang telah saya  buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
         Semoga hasil observasi sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.


                                                                                                        Cimahi,  Januari 2015

                                                                                                                          Penulis



i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii

BAB I PEDAHULUAN 1
A.      LATAR BELAKANG.............................................................................................................................1
B.      TUJUAN 1
C.      RUMUSAN MASALAH 1

BAB II LANDASAN TEORI....................................................................................................................................................2
A.      MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI...............................................................................................2
B.      METODE PEMBELAJARAN DISKUSI............................................................................................5

BAB III PERMASALAHAN................................................................................................................................7
A.      PEMBELAJARAN DIDALAM KELAS..............................................................................................7

BAB IV PEMBAHASAN....................................................................................................................................9
A.      PENDAHULUAN PEMBELAJARAN...............................................................................................9
B.      KEGIATAN INTI...............................................................................................................................10
C.      PENUTUP DALAM PEMBELAJARAN..........................................................................................11

BAB V PENUTUP..........................................................................................................................................12
A.      KESIMPULAN................................................................................................................................12
B.      KRITIK DAN SARAN....................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................................................13
LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT..........................................................................................................................................14








BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
       Mengobservasi  disekolah  MTs Sadarmanah mengenai suatu pembelajaran dalam mengajar seorang guru sangat berperan penting dalam sebuah pendidikan. Dimana seorang guru itu memerlukan waktu dan berfikir secara aktual dengan pemahan yang harus banyak di pahami oleh seseorang guru. Saya akan memaparkan mengenai pembelajaran seorang guru terhadap siswanya, yang memiliki kendala waktu yang terbatas yang tidak sepenuhnya dibahas didalam pembelajaran yang sesuai dengan jadwal jam pembelajaran berlangsung, dengan hal itulah seorang guru tersebut menggunakan jam pembelajaran dengan menggunakan apersepsi didalam pembelajaran.  Hal tersebutlah yang saya  melatar belakangi dalam permasalahan di dalam pembelajaran berlangsung.

B.     TUJUAN
     Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk tugas mata kuliah magang. Dan untuk mengetahui apa saja yang dipengaruhi dalam pembelajaran dikelas dengan pemodelan cara mengajar seorang guru didalam kelas ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu juga diharapkan bisa bermanfaat dan bisa menambahkan pengetahuan tentang pemebelajaran yang sesuai dengan kondisi kelas yang terkadang tidak sesuai dengan pembelajaran yang akan berlangsung.

C.    RUMUSAN MASALAH
        Masalah-masalah yang akan saya bahas dalam sebuah pembelajaran dikelas.
1.      Metode apa yang digunakan seorang guru saat pembelajaran berlangsung?
2.      Apa keterkaitan model pembelajaran dengan siswa?




BAB II
LANDASAN TEORI

A.    MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI

Ø  Pembelajaran inkuiri
  Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Joyce (Gulo, 2005) mengemukakan kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa, yaitu :
a.       aspek sosial di dalam kelas dan suasana bebas-terbuka dan permisif yang mengundang siswa berdiskusi;
b.       berfokus pada hipotesis yang perlu diuji kebenarannya; dan
c.       penggunaan fakta sebagai evidensi dan di dalam proses pembelajaran dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta, sebagaimana lazimnya dalam pengujian hipotesis.

Ø  Konsep Dasar Metode Pembelajaran Inkuiri
    Menurut Sanjaya (2012), metode pembelajaran Inkuiri adalah strategi pembelajaran inkuiri, yakni rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.
Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) berangkat dari asumsi bahwa sejak manusia lahir ke dunia, manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang keadaan alam disekelilingnya merupakan kodrat manusia sejak ia lahir ke dunia. Sejak kecil manusia memiliki keinginan untuk mengenal segala sesuatu melalui indera pengecapan, pendengaran, penglihatan, dan indera-indera lainnya. Hingga dewasa keingintahuan manusia secara terus-menerus berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimiki manusia akan bermakna (meaningfull) manakala didasari oleh keingintahuan itu. Dalam rangka itulah strategi inkuiri dikembangkan (Sanjaya, 2012:197). Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama metode pembelajaran inkuiri yang menurut Sanjaya (2012: 197) adalah  strategi pembelajaran inkuiri yang meliputi:

1.      Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.

2.      Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang ditanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa.Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses Tanya jawab antara guru dan siswa. Oleh sebab itu, kemampuan guru dalam menggunakan tekhnik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.


3.      Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya mnguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berfikir secara optimal, namun sebaliknya siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berfikirnya manakala ia bisa menguasai materi pelajaran.
Ø  Metode pembelajaran inkuiri yang disebut Strategi pembelajaran inkuiri oleh Sanjaya (2012) merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran. Sanjaya (2012) mengatakan strategi pembelajaran inkuiri akan efektif manakala:
1.      Guru mengaharapkan siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan. Dengan demikian dalam strategi inkuiri penguasaan materi pelajaran bukan sebagai tujuan utama pembelajaran, akan tetapi yang lebih dipentingkan adalah proses belajar.
2.      Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
3.      Jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
4.      Jika guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir. Strategi inkuiri akan kurang berhasil diterapkan kepada siswa yang kurang memiliki kemampuan untuk berpikir.
5.      Jika jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
6.       Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk mengguanakan pendekatan yang berpusat pada siswa.



B.     Metode Pembelajaran Diskusi
Ø  Metode Pembelajaran Diskusi
Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah
ü  Performance
guru di kelas.
Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan
Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknyaMukhtar (2005: 46)
Banyak macam-macam metode pembelajaran antara lain:
(a) Metode ceramah
(b) Metode demonstrasi
(c) Metode diskusi kelompok
(d) Metode tutorial
(e) Metode stimulus,studi kasus dan permainan, dan
 (f) Metode Brain Storming.

Ø  Metode Diskusi Kelompok
       Metode diskusi dalam proses pembelajaran menuru (Suryosubroto. 2002: 179) adalah suatu cara penyajian bahan pelajarn dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative pemecahan atas sesuatu masalah. (Taniredja. 2013: 23). Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematic untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah. Yang mana proses belajar terjadi interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat,saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah. (Djamarah, 2006: 99).

Ø  Metode diskusi cocok digunakan untuk kelompok kecil
Hasil penelitian menunjukan bahwa metode diskusi lebih tepat digunakan untuk mempelajari keterampilan kompleks, berpikir kritis, dan untuk memecahkan kasus. (Ruminiati.2008: 24) Berdasarkan beberapa pendapat di atas peneliti menyimpulkan metode diskusi adalah proses pembelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa/kelompok untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative pemecahan atas sesuatu masalah.





BAB III
PERMASALAHAN

A.    PEMBELAJARAN DIDALAM  KELAS
            Guru terlebih dahulu membuka pembelajaran dengan mengucapakan assalamualaikum kepada siswa, dan  menanyakan kabar kepada siswa sebelum pembelajaran dimulai. Dan, yang saya lihat ketika saya memasuki  kedalam  kelas  seluruh siswa sudah membentuk duduk berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang siswa, dan berjumlah keseluruhannya kelompok ada 6 kelompok. Guru  mengatakan  kepada siswa bahwa pembelajaran hari ini merupakan lanjutan dari pembelajaran sebelumnya. Seorang guru tersebut memberikan materi/bahan ajar yang mengenai sebuah cerpen, yang sesuai diucapkan standar kompetensinya mengenai mengungkapkan kembali pikiran, perasaan dan pengalaman dalam cerita pendek. Lalu, guru juga menanyakan kepada siswa mengenai  kompetensi dasarnya, dan siswa menjawab mengenai menulis kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca. Dilihat dari kesiapan siswa, siswa sudah membaca mengenai cerpen tersebut, dan mengdiskusikan apa saja yang ada didalam cerpen itu sendiri. Seorang guru menjelaskan bahwa yang ada disebuah cerpen  didalamnya memiliki unsur – unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik didalam cerpen itu sendiri.
              Guru menanyakan kepada siswa yang harus dicari didalam cerpen itu apa? Jawab siswa serempak adanya tema, latar, penokohan, sudut pandang, gaya bahasa. Guru tersebut mengatakan kepada siswa, yang harus diteliti dari sebuah cerpen itu  harus mengenai hal-hal yang telah disebutkan tadi. Guru menanyakan kembali kepada siswa, siapa yang sudah menemukan dari sebuah cerpen itu, mengenai tema, latar, penokohan, sudut pandang, dan gaya bahasa? Guru menanyakan kepada kelompok 1? Maya, jawab: percayalah pada niat baikmu martini. Guru menanyakan kembali kepada siswa, apa itu tema? Jawab siswa, hal yang dibicarakannya dari karangan itu. Guru tersebut menanyakan lagi, lalu apa bedanya tema dengan judul? Jawab kelompok 1, tema itu apa yang diceritakn yang ada dikarangan cerpen sendiri sedangkan judul apa yang ada didalam ceritanya. Menurut santi dari kelompok 2, menjawab bahwa tema yang ada di dalam cerpen tersebut mengenai martini TKW dari Indonesia yang merantau ke arab saudi. Sedangkan menurut Reja, dari kelompok 3, menjawab temanya mengenai TKW yang bernama martini. Tema yang didapat menurut kelompok 5, Martini adalah orang yang berhasil diantara banyaknnya TKW. Dan, guru tersebut menjelaskan kembali apa yang ada ditema tidak boleh mencari tema dari luar cerita, untuk mencari tema harus membacanya terlebih dahulu didalam cerpen tersebut. Guru tersebut menjelaskan mengenai unsur-unsur yang ada disebuah cerpen, dan menanyakan kepada setiap kelompok,secara terus-menerus.
          Guru tersebut memberikan evaluasi kepada siswa dengan mengingatkan untuk mengerti didalam isi unsur-unsur yang ada didalam sebuah cerpen. Jadi seseorang siswa harus mampu memahami apa saja yang ada didalam sebuah cerpen melalui unsur intrinsik, dimana unsur tersebut merupakan unsur yang membangun. Adanya tema, gaya bahasa, setting meliputi (waktu, tempat, suasana, keadaan geografis, sudut pandang).  Apenokohan, sudut pandang dsb. Yang harus diketahui siswa didalam sebuah cerpen itu sendiri. Sedangkan unsur ekstrinsik nya meliputi latang belakang penokohan, dsb. Dan, guru memberitahukan kepada siswa bahwa didalam sebuah cerpen, novel, itu merupakan cerita fiktif atau hayalan. Diakhir pembelajaran guru memberikan tugas kepada siswa untuk menuliskan kembali mengenai cerpen yang sudah dibahas kesebuah buku, setiap kelompok harus sama jawabannya, yang dinilai yaitu dari tulisannya.






BAB IV
PEMBAHASAN

A.    PENDAHULUAN PEMBELAJARAN
Ø  Dilihat dari kesiapan siswa, siswa sudah membentuk secara berkelompok sebelumnya, dengan beranggotakan 5-6 orang,  yang terdiri dari 6 kelompok. Siswa sudah menyiapkan materi / bahan ajar yang sudah ada pada setiap kelompok, dengan materi yang sama yang diberikan oleh guru tersebut.

Ø  Dilihat dari segi absensi, sebelumnya saya sudah menanyakan terhadap guru yang bersangkutan, mengenai absensi. Dilihat dari segi absensi, dikelas tersebut berjumlah siswa 33 siswa, yang semuanya mengikuti pembelajaran pada hari tersebut.

Ø  Tujuan pembelajarannya menyatakan bahwa  pertemuan pertama, peserta didik dapat menemukan ide-ide pokok cerpen sesuai dengan alur cerpen. Pertemuan kedua, peserta didik menyimpulkan ide-ide pokok dengan kalimat sendiri menjadi cerpen kembali. Yang dapat dilihat dari segi standar kompetensinya 8 mengungkapkan kembali pikiran, perasaan dan pengalaman dalam cerita pendek. Sedangkan dalam kompetensi dasarnya 8.1 menulis kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca, dengan alokasi waktu 4 x 40 menit      ( 2 pertemuan).

Ø  Seorang guru tersebut melakukan kegiatan apersepsi dimana guru itu mengulang  dan melanjutkan pembelajaran sebelumnya.







B.     KEGIATAN INTI
Ø  Menurut saya, guru tersebut menggunakan pemodelan inkuiri, dimana pembelajaran inkuiri itu melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda,manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Didalam sebuah pembelajaran dikelas itu yang saya lihat, pembelajarannya mengenai sebuah cerpen, dimana didalam cerpen ada yang disebut dengan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, dan guru tersebut pula menjelaskannya mengenai cerpen itu  sama dengan kehidupan atau peristiwa mengenai apa yang diketauhi siswa setelah membacanya, itulah alasan saya, kenapa guru tersebut menggunakan pemodelan inkuiri, dikarenakan siswa harus mampu melihat dan menyelidiki didalam sebuah cerpen tersebut dengan membacanya sendiri, lalu menemukan apa pertistiwa yang ada didalam sebuah cerpen itu sendiri, dengan penuh pemikiran secara sistematis, kritis, dan logis.
Ø  Dan metode yang saya lihat didalam kelas tersebut, menurut saya guru tersebut menggunakan metode diskusi, dimana diskusi tersebut bisa dilihat diawal video itu sendiri, dikarenakan yang  saya lihat langsung, bahwa ketika saya berada didalam kelas, yang saya lihat siswa sudah membentuk duduk berkelompok yang terdiri dari 5-6 orang, yang dapat dilihat siswa yaitu, siswa mampu untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka.
Ø  Alat bantu yang digunakan oleh guru tersebut, menggunakan media  (poto copy) selembaran kertas bahan ajar/materi pembelajaran yang bersangkutan mengenai cerpen itu sendiri.
Ø  Setelah guru memberikan bahan ajar kepada siswa, dan menyuruh siswa untuk membacanya, dan guru meminta kepada siswa untuk mengamati cerpen tersebut dan meminta untuk bertanya apa yang tidak dimengerti oleh siswa, dan membahas secara berdiskusi kelompok.
Ø  Setelah siswa memahami penjelasan dari guru tersebut mengenai pembelajaran didalam cerpen itu sendiri, dan seorang guru pun membuat penugasan apa yang sudah dibahas mengenai diskusi cerepen itu sendiri, siswa harus mampu menyalin ke buku pembelajaran masing-masing sama dengan apa yang dibahas oleh guru dan siswa tersebut mengenai isi didalam sebuah cerpen itu.

C.    PENUTUP DALAM PEMBELAJARAN
Ø  Evaliasi
Didalam sebuah pembelajaran tersebut merupakan hasil apa yang sebelumnya sudah dibahas utuk mengerti didalam isi unsur-unsur yang ada didalam sebuah cerpen. Jadi seseorang siswa harus mampu memahami apa saja yang ada didalam sebuah cerpen melalui unsur intrinsik, dimana unsur tersebut merupakan unsur yang membangun. Adanya tema, gaya bahasa, setting meliputi (waktu, tempat, suasana, keadaan geografis, sudut pandang).  amanat, pesan dsb. Yang harus diketahui siswa didalam sebuah cerpen itu sendiri. Sedangkan unsur ekstrinsik nya meliputi latang belakang, penokohan, dsb.

Ø  Refleksi
Saya ketahui bahwa didalam sebuah vidio itu sebagai repleksi dilihat dari unsur yang didalamnya terdapat sebagai gaya bahasa didalmnya ada permajasan guru tersebut menegaskan untuk meneliti sebuah cerpen harus mengetahui majas yang ada didalam cerita itu sendiri.
Contohnya didalam cebuah cerita tersebut pada dasarnya seseorang wanita yang bermimpi pergi ke arab saudi sebagai TKW yang menggunakan kendaraan, atau naik garuda. Disanalah  ada majas metonimia. Dimana majas tersebut merupakan pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut. Jadi pada dasarnya garuda tersebut, merupakan bagian nama merek yaitu pesawat garuda, (bukan burung garuda).

Ø  Penilaian
Menurut saya, didalam metode dan model pembelajaran yang digunakan guru tersebut merupakan pemodelan yang relepan didalam sebuah diskusi siswa, dan siswa pun akan menjadi aktif dan bertanya ketika ketidak tahuaannya, setelah diterapkan dengan pengalamannya sehari-hari.



BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
       Didalam kegiatan mengajar seseorang guru harus mampu membuat siswa menjadi lebih kondusif ketika pembelajaran berlangsung. Maka dengan itu, pegangan yang harus dipegang oleh seorang guru harus memiliki taktik tersendiri didalam kelas dengan menggunakan strategi pembelajaran dengan metode pemodean didalam kelas. metode pembelajaran Inkuiri adalah strategi pembelajaran inkuiri, yakni rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa. Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah Performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknyaMukhtar (2005: 46) 

B.     KRITIK DAN SARAN
           Demikianlah makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin disampaikan, silahkan sampaikan kepada kami. Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan memakluminya, karena kami adalah hamba Allah SWT yang tidak luput dari kesalahan dan lupa.


DAFTAR PUSTAKA

Yulianto, Toto. 2013. Metode Inkuiri. [serial online]
Hamruni. 2012. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani.
Sanjaya, Wina. 2012. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sudrajat, Akhmad. 2011. Pembelajaran Inkuiri. [serial online]
https://www.teori+pembelajaran+diskusi&ie=utf-8&ue=utf-8



ii

No comments: